24 Maret 2008

Programmable Logic Controller ( 2 )

Relay

Sekarang kita memahami bagaimana PLC memproses masukan, keluaran, dan program yang nyata, kita memerlukan penulisan suatu program. Tetapi untuk pertama kali kita lihat bagaimana suatu relay bekerja. Bagaimanapun tujuan utama dari suatu PLC akan menggantikan relay.

Kita berpikir relay adalah sebuah sakelar elektromaknetik. Memberikan tegangan ke coil maka suatu medan magnet akan dihasilkan. Medan magnet ini menggerakkan kontak pada relay, menyebabkan suatu koneksi (hubungan). Kontak ini dapat dianggap sebagai suatu sakelar. Arus listrik mengalir antara 2 titik, saat kontak terhubung.

Mari kita perhatikan contoh berikut. Rangkaian sederhana untuk membunyikan suatu bel dengan sebuah tombol/sakelar. Kita gunakan 3 komponen, satu tombol, satu relay dan satu bel. Ketika tombol menutup maka bel akan berbunyi.



Coba perhatikan gambar, terdapat 2 rangkaian terpisah. Bagian bawah (warna biru) adalah rangkaian listrik DC. Sedangkan bagian atas (warna merah) adalah rangkaian listrik AC.

Disini kita menggunakan suatu relay DC untuk mengendalikan suatu rangkaian listrik AC. Ketika tombol terbuka tidak ada aliran liatrik ke coil dari relay. Saat tombol tertutup, arus listrik mengalir ke coil yang menyebabkan terbentuknya suatu medan magnet. Medan magnet ini menyebabkan kontak dari relay aktif. Sekarang arus listrik mengalir menuju bel dan bel berbunyi.


Jenis Relay

Mengganti Relay

Berikutnya, peran suatu PLC sebagai pengganti relay. ( Catatan: bahwa ini tidak termasuk hemat biaya untuk aplikasi semacam ini, tetapi disini dimaksudkan untuk menunjukkan pemahaman dasar tentang PLC). Mula-mula perlu dibuat suatu diagram tangga. Kita harus membuat ini karena suatu PLC tidak memahami suatu diagram / rangkaian. Dia hanya mengenali kode. PLC mempunyai perangkat lunak (software) untuk mengkonversi diagram tangga ke dalam kode. Dari kondisi ini kita memerlukan belajar kode-kode yang dimiliki PLC.

Langkah pertama - Kita harus menterjemahkan semua materi yang sedang kita gunakan ke dalam symbol-simbol yang dipahami oleh PLC. PLC tidak memahami terminologi seperti tombol, relay, bel, dan lain-lain. Dia hanya mengenal masukan, keluaran, coil, kontak, dan lain lain. Dia tidak mempedulikan alat keluaran atau masukan. Dia hanya mempedulikan bahwa itu suatu masukan atau suatu keluaran.

Pertama kita menggantikan baterai dengan suatu simbol. Simbol ini adalah umum bagi semua diagram tangga. Kita menggambar apa yang disebut bus. Secara sederhananya kelihatan seperti dua palang vertikal. Kita beranggapan yang ditinggalkan adalah tegangan + dan yang satu lagi sebagai netral/nol. Lebih lanjut kita berpikir tentang arah (logika) mengalir dari kiri ke kanan. Berikutnya kita memasukan suatu simbol. Pada contoh dasar ini kita mempunyai masukan (yaitu tombol). Kita memberi masukan jika tombol dihubungkan, simbolnya ditunjukkan di bawah. Simbol ini dapat juga digunakan sebagai kontak dari suatu relay.


Simbol sebuah kontak

Berikutnya kita buat symbol keluaran. Di dalam contoh ini kita menggunakan keluaran yaitu. sebuah bel. Kita menghubungkan bel dengan simbol ditunjukkan di bawah. Simbol ini digunakan sebagai coil dari suatu relay.


Simbol sebuah coil

Catu daya AC terletak di luar maka kita tidak meletakkannya di dalam diagram tangga. PLC hanya memperhatikan keluaran aktif dan tidak secara phisik menghubungkannya.

Langkah kedua - Kita harus memberikan data ke PLC lokasi alat-alat. Dengan kata lain kita harus memberi semua alat suatu alamat. Di mana tombol ingin menjadi secara phisik dihubungkan kepada PLC? Bagaimana tentang bel? Pabrikan PLC masing-masing menggunakan cara berbeda! Sekarang mari kita anggap bahwa masukan akan disebut " 0000". Keluaran akan disebut " 500".

Langkah akhir - Kita harus mengkonversi rangkaian ke dalam suatu urutan peristiwa logis. Program ditulis menceritakan apa yang akan diperbuat oleh PLC manakala peristiwa tertentu berlangsung. Di dalam contoh kita harus memberi data ke PLC untuk berbuat apa manakala operator menyalakan tombol itu. Yang kita inginkan bel berbunyi.



Gambar di atas adalah diagram dikonversi akhir. Terlihat bahwa symbol-simbol riil dari suatu alat tidak tampak.

Instruksi-instruksi Dasar

Sekarang mari kita perhatikan sebagian dari instruksi dasar secara detail tentang peran masing-masing .

Load

Instruksi Load (LD) adalah suatu kontak terbuka. Simbol untuk instruksi Load ditunjukkan di bawah.


Simbol Load (kontak)

Ini digunakan manakala suatu isyarat masukan diperlukan untuk simbol tersebut mengaktifkan (turn on). Manakala masukan phisik adalah on kita dapat katakan instruksi True. Kita menguji masukan sinyal input on. Jika masukan secara phisik on kemudian simbol juga on. Sebuah kondisi on adalah juga dikenal sebagai suatu status 1 logika.

Simbol ini secara normal dapat digunakan untuk masukan internal, masukan eksternal dan kontak keluaran eksternal. Ingatlah bahwa relay internal tidak secara phisik ada. Mereka simulasi (software) relay.

LoadBar

Instruksi LoadBar adalah suatu kontak normally closed. Simbol untuk suatu instruksi LoadBar ditunjukkan di bawah.


Simbol LoadNot (normally closed contact)

Ini digunakan manakala suatu isyarat masukan tidak perlu untuk simbol tersebut menyalakan. Manakala masukan phisik off kita dapat katakan bahwa instruksi True. Kita menguji masukan dengan sinyal off. Jika masukan secara phisik off maka simbol on. Suatu kondisi off adalah juga dikenal sebagai suatu status 0 logika.

Lambang ini secara normal dapat digunakan untuk masukan internal, masukan eksternal dan kadang-kadang, kontak keluaran eksternal. Ingatlah lagi relay internal itu tidak secara phisik ada. Mereka simulasi (software) relay. Instruksi ini kebalikan dari Instruksi Load.
* CATATAN: Instruksi ini ( Load atau Loadbar) HARUS merupakan simbol yang pertama pada sisi kiri diagram tangga.



Out

Instruksi Out kadang-kadang juga disebut instruksi OutputEnergize. Instruksi Out seperti coil sebuah relay. Simbolnya ditunjukkan di bawah.


Simbol Out (coil)

Ketika ada suatu alur instruksi True dalam diagram tangga, dia akan juga True. Jika instruksi adalah True secara phisik On. Kita dapat berpendapat tentang instruksi ini sebagai keluaran terbuka. Instruksi ini dapat digunakan untuk coil internal dan keluaran eksternal.

Outbar

Instruksi Outbar kadang-kadang juga disebut suatu instruksi Outnot. Beberapa penjual tidak mempunyai instruksi ini. Instruksi Outbar seperti suatu coil relay yang tertutup. Simbolnya terlihat seperti di bawah.


Simbol OutBar (normally closed coil)

Manakala ada suatu alur instruksi False dalam diagram tangga, dia akan jadi True. Manakala instruksi adalah True secara phisik On. Kita dapat berpikir tentang instruksi ini sebagai keluaran yang tertutup. Instruksi ini dapat digunakan untuk coil internal dan keluaran eksternal. Merupakan kebalikan dari instruksi Out.